Sabtu, 23 agustus 2008 sebuah cerita yang sangat menarik dipentaskan di arena TBY. Diperankan oleh teater dinasti yang sempat vakum selama sekitar 30an thn - dinasti terkenal dengan ktitik sosialnya dan sempat dicekal pada zaman orba. Teater juga dihadiri beberapa tokoh seperti Amien Rais, Kyai dari Gontor bahkan ada juga misionaris dari Belanda (waow..).
Pentas tsb mengisahkan perjalanan manusia dari awal penciptaannya sampai manusia yang sekarang. Iblis yang sejak awal sudah tahu bahwa kelak manusia tidak akan bisa menjadi khalifah di bumi akhirnya membuktikan bahwa kehidupan manusia hanya berputar pada 3 hal : rakus, merusak dan bunuh-bunuhan.
Pentas diawali dengan lantunan suara indah mbak Novia (Kolopaking) bersama beberapa anak menuju panggung. Tepukan meriah penonton mengiringi sepanjang jalan mbak Novia. Setelah itu muncullah Smorobhomo smorobhumi -lakon iblis- mengisahkan bahwa iblis tidak terima selalu dikambinghitamkan atas kekisruhan di sana sini.
Selanjutnya adalah adegan mas Prawito bersama 3 adiknya mas prawikun, mas prawidi dan mas prawijo. Mas Prawito menuturkan bahwa manusia sejatinya seperti keris yang tinggal wadah/tapel. Penontonpun dibuat gerr.. dengan banyolan2 mereka yang sarat kritikan moral. Apalagi setelah muncul mbak Novia -siti majenunan- dengan atribut dan tingkah laku yang nganeh-anehi.
Pentas yang berdurasi sekitar 2 jam itu akhirnya diakhiri dengan penyesalan iblis. Sebelumnya beberapa manusia berikrar untuk tidak menjadi 'manusia bodoh' lagi. Sebenarnya iblis juga takut kepada Tuhan. Namun ia selalu tidak dipercaya. Bukan salah iblis yang selalu menghasut manusia tapi lebih karena ketidak konsistenan manusia. Pentas sendiri sebenarnya ingin menuturkan kepada manusia untuk menjadi manusia sejati yang bisa berdiri di atas kakinya sendiri.
Selasa, 02 Desember 2008
Iblis
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar